bacaan talqin mayit bahasa jawa

RedaksiRedaksi Talqin. Redaksi-redaksi talqin ini saya sadur dari buku "BIMBINGAN PERAWATAN JENAZAH" , Hal. 96-108 yang disusun dan diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik. Redaksi Talqin yang Pendek Dan Singkat. Adapun redaksi Talqin yang pendek berdasarkan Hadist riwayat Imam Ath-Thobroni yang dinukil oleh Syaikh DR. Caradan Hukum Talqin Mayit. Rabu, 4 Januari 2012 | 08:51 WIB. Ketika seorang muslim meninggalkan dunia, maka hal-hal yang wajib dilaksanakan adalah empat perkara. Memandikan, mengkafankan, menyembayangkan dan menguburkan. Sebagaimana kata Ibnu Ruslan di dalam Zubadnya: Rencontre Avec Une Star Du X. Pembahasan kali ini adalah teks bacaan talqin mayit sesudah dikubur dalam lafadz bahasa arabnya. Mentalqin mayit atau jenazah hukumnya adalah sunnah dan tidak wajib, jadi tidaklah mengapa jika tidak dikerjakan. Tata caranya adalah si mulaqqin orang yang mentalqin duduk di samping makam dan menghadap kepala/muka di mayit kemudian lagsung membaca talqin mayit. Sedangkan orang-orang lainnya yang iku menguburkan cukup berdiri sekeliling kubur. Jadi secara umum talqin mayit adalah penyampain kalimat nasehat dan wasiat serta peringatan kepada si mayit. Dibacakan tepat setelah jenazah dikubur dan dimasukkan ke liang lahat. Arti talqin secara bahasa adalah Tafhim memberikan pemahaman, memberi peringatan dengan mulut, mengajarkan sesuatu. Secara istilah talqin adalah mengajarkan kalimat tauhid terhadap orang orang yang baru saja dikubur serta mengajarinya tentang pertanyaan pertanyaan kubur. Talqin mayit sendiri bacaannya bervariasi dan bermacam macam. Bagi yang belum tahu bagaimana lafadz talqin mayitnya. Berikut ini teks bacaan doa talqin mayit di kuburan dalam versi tulisan bahasa arabnya. Doa Talqin Mayit Bahasa Arab بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الَّرَحِيْمِ. كُلُّ شَيْئٍ هَالِكٌ اِلاَّ وَجْهَهُ . لَهُ الْحُكْمُ وَ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ . كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ . وَ اِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ . فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ. وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَا اِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ. مِنْهَاخَلَقْنَاكُمْ, وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ, وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً لِلْأَجْرِ وَالثَّوابِ. وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ لِلدُّودِ نُخْرِجُكُمْ لِلْعَرْضِ وَالْحِسَابِ. بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَمِنَ اللَّهِ وَاِلَى اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ. اِنْ كَانَتْ اِلاَّ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ يَا ......بِنْ / بِنْتِ ....... يَرْحَمُكَ اللَّهُ . ذَهَبَتْ عَنْكَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتُهَا . وَصِرْتَ اْلآنَ فِيْ بَرْزَخٍ مِنْ بَرَازِيْخِ اْلآخِرَةِ. فَلاَ تَنْسَ الْعَهْدَ الَّذِيْ فَارَقْتَنَا عَلَيْهِ فِيْ دَارِ الدُّنْيَا وَقَدِمْتَ بِهِ اِلَى دَارِ اْلآخِرَةِ. وَهُوَشَهَادَةُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ. فَإِذَاجَاءَكَ الْمَلَكَانِ الْمُوَكَّلاَنِ بِكَ وَبِأَمْثَالِكَ مِنْ اُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلاَ يُزْعِجَاكَ وَلاَ يُرْعِبَاكَ. وَاعْلَمْ اَنَّهُمَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ تَعَالَى كَمَا اَنْتَ خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ. وَاِذَا سَاَلاَكَ مَنْ رَبُّكَ؟ وَمَا دِيْنُكَ؟ وَمَا اعْتِقَادُكَ؟ وَمَاالَّذِيْ مُتَّ عَلَيْهِ؟. فَقُلْ لَهُمَا اَللَّهُ رَبِّيْ. وَاِذَاسَأَلاَكَ الثَّانِيَةَ فَقُلْ لَهُمَا اَللَّهُ رَبِّيْ. وَاِذَا سَأَلاَكَ الثَّالِثَةَ وَهِيَ الْخَاتِمَةُ الْحُسْنَى فَقُلْ لَهُمَا بِلِسَانٍ طَلْقٍ بِلاَ خُوْفٍ وَلاَفَزَعٍ. اَللَّهُ رَبِّيْ وَاْلإِسْلاَمُ دِيْنِيْ وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّـيْ وَالْقُرْآنُ اِمَامِيْ وَالْكَعْبَةُ قِبْلَتِيْ وَالصَّلَوَاتُ فَرِيْضَتِيْ وَالْمُسْلِمُوْنَ اِخْوَانِيْ وَاِبْرَاهِيْمُ الْخَلِيْلُ اَبِيْ وَاَنَا عِشْتُ وَمُتُّ عَلَى قَوْلِ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ . تَمَسَّكْ بِهَذِهِ الْحُجَّةِ يَا ........ بِنْ ........ وَاعْلَمْ اَنَّكَ مُقِيْمٌ بِهَذَا الْبَرْزَخِ اِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. فَإِذَا قِيْلَ لَكَ مَا تَقُوْلُ فِيْ هَذَا الرُّجُلِ الَّذِيْ بُعِثَفِيْكُمْ وَفِى الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ. فَقُلْ هُوَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَنَا بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّهِ فَاتَّبَعْنَاهُ وَآمَنَّا بِهِ. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. وَاعْلَمْ اَنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَاَنَّ نُزُوْلَ الْقَبْرِ حَقٌّ وَ اَنَّ سُؤَالَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ حَقٌّ وَاَنَّ الْبَعْثَ حَقٌّ وَاَنَّ الْحِسَابَ حَقٌّ وَاَنَّ الْمِيزَانَ حَقٌّ وَاَنَّ الصِّرَاطَ حَقٌّ وَاَنَّ النَّارَ حَقٌّ وَاَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَاَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لاَ رَيْبَ فِيْهَا وَ اَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ Demikianlah teks bacaan talqin mayit lengkap sesudah dikubur dalam bahasa arab. Insyaallah bisa membawa manfaat dan semoga bisa diamalkan dan dibaca ketika ada yang meninggal dunia. Ilustrasi bacaan talqin mayit. Foto UnsplashTalqin mayit adalah mengingatkan kembali sesuatu kepada orang yang sedang sakaratul maut atau kepada orang yang baru saja dikubur dengan kalimat tertentu. Umat Muslim dianjurkan untuk melakukan talqin kepada orang yang sedang sakaratul maut dengan menyebut laa ilaha illallah. Dengan demikian orang yang sedang menemui ajal tersebut mengingat Allah SWT dan meniru SAW bersabda “Tuntunlah orang yang meninggal di antara kamu dengan mengucapkan lā ’ilāha ’illā allāh”. Sebab barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah lā ’ilāha ’illā allāh, maka dia akan masuk surga” HR. Abu Daud. Dikatakan sahih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621.Bacaan talqin mayit juga dibacakan setelah jenazah dimakamkan. Mengutip buku Ritual Tradisi Islam Jawa oleh Sholikhin, pemuka agama melakukan talqin mayit untuk memberi ketenangan kepada ruh si mayat dalam menghadapi persoalan kubur dan untuk memberi pelajaran kepada yang masih hidup. Syarat mayat yang ditalqinkan adalah akil baligh, sehingga tidak dilakukan jika jenazah adalah anak-anak atau orang gila. Talqin didasarkan bahwa setelah dikuburkan Allah SWT akan mendatangkan malaikat penanya kubur, yaitu Munkar dan mayit kadang tidak dikehendaki oleh keluarga si mayat. Sebab, ada perbedaan hukum talqin mayit sesuai ulama yang berpendapat. Untuk mengetahui hukum talqin mayit, simak penjelasan berikut Bacaan Talqin MayitIlustrasi bacaan talqin mayit. Foto UnsplashMengutip dari Talqin Mayit Menurut Pandangan KH. Muhammad Murtadlo At-Ṭubany dalam Naskah Majmu’at Tashtamilu ala ’arbai Rasa’il tulisan Ainul Murtadho 2019 71, para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai hukum talqin mayit. Pandangan tersebut terbagi tiga, yakni yang menganggap hukum talqin mayit adalah sunah, mubah, dan makruh. Berikut penjelasannyaMenurut madzhab Imam Syafi'i, talqin setelah mayat dikuburkan hukumnya sunah. Substansi talqin yaitu mengingatkan jenazah akan pertanyaan-pertanyaan kubur. Maka dari itu, bagi yang menghendaki, boleh dilakukan talqin mayit di kuburan mayat yang baru saja satu dalil yang menjadi dasar adalah surat Adz-Zariyat ayat 55 yang artinya “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”Menurut Syekh Ibnu Taimiyyah, mentalqin mayit setelah dikubur hukumnya mubah atau boleh. Beliau berkata“Mentalqin mayit setelah kematiannya itu tidak wajib, berdasarkan ijma’, juga tidak termasuk perbuatan yang masyhur di kalangan umat Islam pada masa Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para khalifahnya. Tetapi hal itu diceritakan dari sebagian sahabat, seperti Abi Umamah dan Watsilah bin Al-Asqa’. Karenanya, sebagian ulama membolehkannya, seperti imam Ahmad. Sebagian sahabat murid imam Ahmad, dan sahabat-sahabat imam Syafi’i mensunnahkannya. Sebagian ulama menghukuminya makruh, karena meyakininya sebagai bid’ah. Dengan demikian, ada tiga pendapat dalam hal ini; sunnah, makruh, dan mubah. Dan pendapat yang terakhir mubah merupakan pendapat yang paling adil” Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyyah, Al-Fatawa Al-Kubra, juz 3.Menurut sebagian ulama mazhab Maliki, mentalqin mayit hukumnya makruh. Artinya, perbuatan yang dirasakan jika meninggalkannya itu lebih baik daripada Abdul Wahab Al-Baghdadi Al-Maliki berkata “Begitu pula dimakruhkan, menurut imam Malik, mentalqin mayit setelah diletakkan di dalam kubur.” Teks Talqin Mayit - Kematian bukan hal yang sederhana, setiap manusia dan seluruh makhluk akan mengalami kejadian kematian saat tiba waktunya. Sebagai seorang muslim yang ajarannya sangat konprehensif, tidak hanya menjadi tuntunan ibadah terhadap tuhannya saja, tapi juga menyentuh aspek sosial termasuk saat salah satu sanak saudara ada yang meninggal dunia. Diantara kewajiban sebagai seorang muslim yang saudara muslimnya menghadap kerahmat Allah swt. yaitu memandikan, mengkafani, mensholati hingga menguburkannya. Setiap kewajiban tersebut syariat juga memberikan tuntunan yang harus diperhatikan, termasuk dalam hal menguburkannya, dengan membacakan talqin untuknya. Definisi Talqin sendiri menurut bahasa adalah mengajarkan dan mengingatkan dengan lisan. Sementara menurut Istilah syari'ah, talqin adalah mengajarkan dan mengingatkan kembali kepada seseorang yang akan meninggal dunia dalam keadaan Naza', dan kepada mayit yang baru saja dikuburkan. Dari definisi tersebut diatas, setidaknya ada dua talqin yang sebaiknya sama-sama dilakukan, yaitu Talqin ketika seseorang dalam proses Naza', dan Talqin sesaat setelah jenazah dikuburkan. Dan tentu saja, anjuran bacaan pada kedua talqin tersebut berbeda, antara satu dengan yang lainnya, dan berikut ini kami bagikan kedua bacaan talqin baik sesaat sebelum seseorang mninggal dunia, atau sesasaat setelah dikebumikan. 1 Bacaan Talqin Saat Naza' Terdapat sebuah riwayat dari Imam Muslim yang menjelaskan bahwa Rasulullaj saw. menyuruh kita agar melakukan Talqin kepada orang yang sedang Naza' Saat Sakarotul Maut, dengan bacaan "Laailaaha Illallah".لقنوا موتاكم لا إله إلا الله Artinya "Talqinlah Orang-orang yang hendak mati diantara kalian, dengan bacaan Laailaaha Illalah" Adapaun faidah dari Talqin diatas, sebab orang yang akhir perkataan di dunia ini lafadz tersebut maka ada jaminan masuk surga. Seperti yang ditegaskan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Imam Abi Dawud مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ Artinya "Barang siapa yang akhir perkataannya di dunia ini Laailaaha Illalaah, maka dia masuk surga" 2 Bacaan Talqin Setelah Dikuburkan Selain talqin sebelum orang meninggal, kita juga dianjurkan untuk membca talqin setelah proses penguburuan jenazah. sebagaimana disebutkan dalam kitab I'anah Thalibin, Juz 2 Halaman 232. وتلقين بالغ ولوشهيدا - كما اقتضاه إطلاقهم خلافا للزركشي - بعد - تمام - الدفن Artinya "Dan disunnahkan membaca talqin untuk mayit baligh, mesikpun dia orang yang mati syahid, seperti yang telah diterangkan oleh banyak fuqaha' beda dengan Imam Zarkasyi, menurutnya, orang mati syahid tak perlu ditalqin, setelah tuntas dikebumikan" Sementara tatacara orang yang memabaca talqin, dengan posisi duduk/jongkok diarah kepala mayit dan menghadap arah timur,dan jama’ah/pengiring berdiri disekelilingnya atau duduk penuh khidmat. Sementara untuk teks bacaan talqin, juga cukup beragam, dan berikut ini teks talqin mayit yang dikutip dari kitab Kitab Riyadlul Badi’ah Hal 52 ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟَّﺮَﺣِﻴْﻢِ . ﻛُﻞُّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻫَﺎﻟِﻚٌ ﺍِﻻَّ ﻭَﺟْﻬَﻪُ . ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻭَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮْﻥَ . ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ . ﻭَ ﺍِﻧَّﻤَﺎﺗُﻮَﻓَّﻮْﻥَ ﺍُﺟُﻮْﺭَﻛُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ . ﻓَﻤَﻦْ ﺯُﺣْﺰِﺡَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺍُﺩْﺧِﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ . ﻭَﻣَﺎﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺍِﻻَّ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﻐُﺮُﻭْﺭِ . ﻣِﻨْﻬَﺎﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ , ﻭَﻓِﻴْﻬَﺎ ﻧُﻌِﻴْﺪُﻛُﻢْ , ﻭَﻣِﻨْﻬَﺎ ﻧُﺨْﺮِﺟُﻜُﻢْ ﺗَﺎﺭَﺓً ﺍُﺧْﺮَﻯ . ﻣِﻨْﻬَﺎﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻟِﻠْﺄَﺟْﺮِ ﻭَﺍﻟﺜَّﻮﺍﺏِ . ﻭَﻓِﻴﻬَﺎ ﻧُﻌِﻴﺪُﻛُﻢْ ﻟِﻠﺪُّﻭﺩِ ﻭﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏِ . ﻭَﻣِﻨْﻬَﺎ ﻧُﺨْﺮِﺟُﻜُﻢْ ﻟِﻠْﻌَﺮْﺽِ ﻭَﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏِ . ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻣِﻠَّﺔِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ . ﻫَﺬَﺍ ﻣَﺎ ﻭَﻋَﺪَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻭَﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠُﻮﻥَ . ﺍِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺍِﻻَّ ﺻَﻴْﺤَﺔً ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﻓَﺎِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻊٌ ﻟَﺪَﻳْﻨَﺎ ﻣُﺤْﻀَﺮُﻭﻥَ . ﻳَﺎ …… ﺑِﻦْ / ﺑِﻨْﺖِ ……. ﻳَﺮْﺣَﻤُﻚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ . ﺫَﻫَﺒَﺖْ ﻋَﻨْﻚَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺯِﻳْﻨَﺘُﻬَﺎ . ﻭَﺻِﺮْﺕَ ﺍْﻵﻥَ ﻓِﻲْ ﺑَﺮْﺯَﺥٍ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﺍﺯِﻳْﺦِ ﺍْﻵﺧِﺮَﺓِ . ﻓَﻼَ ﺗَﻨْﺲَ ﺍﻟْﻌَﻬْﺪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻓَﺎﺭَﻗْﺘَﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻓِﻲْ ﺩَﺍﺭِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻗَﺪِﻣْﺖَ ﺑِﻪِ ﺍِﻟَﻰ ﺩَﺍﺭِ ﺍْﻵﺧِﺮَﺓِ . ﻭَﻫُﻮَﺷَﻬَﺎﺩَﺓُ ﺍَﻥْ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ . ﻓَﺈِﺫَﺍﺟَﺎﺀَﻙَ ﺍﻟْﻤَﻠَﻜَﺎﻥِ ﺍﻟْﻤُﻮَﻛَّﻼَﻥِ ﺑِﻚَ ﻭَﺑِﺄَﻣْﺜَﺎﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍُﻣَّﺔِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻼَ ﻳُﺰْﻋِﺠَﺎﻙَ ﻭَﻻَ ﻳُﺮْﻋِﺒَﺎﻙَ . ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺍَﻧَّﻬُﻤَﺎ ﺧَﻠْﻖٌ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻛَﻤَﺎ ﺍَﻧْﺖَ ﺧَﻠْﻖٌ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪِ . ﻭَﺍِﺫَﺍ ﺳَﺎَﻻَﻙَ ﻣَﻦْ ﺭَﺑُّﻚَ؟ ﻭَﻣَﺎ ﺩِﻳْﻨُﻚَ؟ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻋْﺘِﻘَﺎﺩُﻙَ؟ ﻭَﻣَﺎﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻣُﺖَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ؟ . ﻓَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺑِّﻲْ . ﻭَﺍِﺫَﺍﺳَﺄَﻻَﻙَ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔَ ﻓَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺑِّﻲْ . ﻭَﺍِﺫَﺍ ﺳَﺄَﻻَﻙَ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔَ ﻭَﻫِﻲَ ﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻤَﺔُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨَﻰ ﻓَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺑِﻠِﺴَﺎﻥٍ ﻃَﻠْﻖٍ ﺑِﻼَ ﺧُﻮْﻑٍ ﻭَﻻَﻓَﺰَﻉٍ . ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺑِّﻲْ ﻭَﺍْﻹِﺳْﻼَﻡُ ﺩِﻳْﻨِﻲْ ﻭَﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﻧَﺒِﻴِّـﻲْ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﺍِﻣَﺎﻣِﻲْ ﻭَﺍﻟْﻜَﻌْﺒَﺔُ ﻗِﺒْﻠَﺘِﻲْ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕُ ﻓَﺮِﻳْﻀَﺘِﻲْ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ ﺍِﺧْﻮَﺍﻧِﻲْ ﻭَﺍِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢُ ﺍﻟْﺨَﻠِﻴْﻞُ ﺍَﺑِﻲْ ﻭَﺍَﻧَﺎ ﻋِﺸْﺖُ ﻭَﻣُﺖُّ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻝِ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻻَّﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ . ﺗَﻤَﺴَّﻚْ ﺑِﻬَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺤُﺠَّﺔِ ﻳَﺎ …….. ﺑِﻦْ …….. ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺍَﻧَّﻚَ ﻣُﻘِﻴْﻢٌ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟْﺒَﺮْﺯَﺥِ ﺍِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﻳُﺒْﻌَﺜُﻮْﻥَ . ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗِﻴْﻞَ ﻟَﻚَ ﻣَﺎ ﺗَﻘُﻮْﻝُ ﻓِﻲْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺮُّﺟُﻞِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺑُﻌِث ﻔِﻴْﻜُﻢْ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﺍَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ . ﻓَﻘُﻞْ ﻫُﻮَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺟَﺎﺀَﻧَﺎ ﺑِﺎﻟْﺒَﻴِّﻨَﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻪِ ﻓَﺎﺗَّﺒَﻌْﻨَﺎﻩُ ﻭَﺁﻣَﻨَّﺎ ﺑِﻪِ . ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﻘُﻞْ ﺣَﺴْﺒِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻻَّ ﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺭَﺏُّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ . ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺍَﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﻧُﺰُﻭْﻝَ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ ﺣَﻖٌّ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺳُﺆَﺍﻝَ ﻣُﻨْﻜَﺮٍ ﻭَﻧَﻜِﻴْﺮٍ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟْﺒَﻌْﺚَ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏَ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟْﻤِﻴﺰَﺍﻥَ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁَ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﻖٌّ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔَ ﺁﺗِﻴَﺔٌ ﻻَ ﺭَﻳْﺐَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺒْﻌَﺚُ ﻣَﻦْ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘُﺒُﻮْﺭِ Bacaan Latinnya "Bismillahirrahmanirrahim, Kullu Syai'in Halikun Illa Wajhahu. Lahu al-Hukmu wa Ilaihi Turja'un. Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut. Wa Innama Tuwaffauna Ujurakum Yaumal Qiyamati. Faman Zuhziha 'Ani al-Nari Wa Udkhila al-Jannata Faqod Faaza. Wa mal Hayatuddun-ya Illa Mataa'ul Ghurur. Minha Kholaqnaakum, Wa Fiihaa Nu'idukum Wa Minhaa Nukhrijukum Tarotan Ukhro Minhaa Kholaqnaakum Lil Ajri Watsawabi, Wa Fiihaa Nu'idukum Liddudi wa Turobi Wa Minhaa Nukhrijukum Lil 'Ardhi wal Hisabi. Bismillah Wa Billahi, Wa Minallahi, Wa Ilallahi, Wa 'Ala Millati Rasulillah saw. Hadza Ma Wa'ada al-Rahamnu Wa Shadaqa al-Mursaluna. In Kaanat Illa Shoihatan Waahidatan Faidzaa Hum Jami'un Ladainaa Muhdharun. Yaa Sebutkan Nama Ibna jika laki-laki/ Binta jika perempuan... sebutkan nama orang tuanya Yarhamukallahu. Dzahabat 'Anka Dun-ya wa Zinatuha, Wa Shirta al-Aana Fi Barzakhin Min Barazikh al-Akhirah. Falaa Tansa al-'Ahda Alladzi Faaroqta 'Alaihi Fi Dari al-Dun-ya Wa Qadimta Bihi Ila Daril Akhiroh. Wahuwa Syahadtu An Laailaaha Illah Wa Anna Muhammadan Rasulullah saw., Faidzaa Jaa'aka Malakaani al Muwakkalaani Bika Wa Biamtsalika Min Ummati Muhammadin saw. Falaa Yuz'ijaaka walaa Yur'ibaaka. Wa'lam, Annahumaa Kholqun Min Kholqillahi Ta'aala Kamaa Anta Kholqun Min Kholqillahi, Wa Idza Sa'alaaka Man Robbuka? Wa Maadinuka? Wamaa I'tiqoduka? Wa Malladzi Mutta 'Alaihi? Faqul Lahumma, Allahu Robbi, Wa Idzaa Sa'alaaka al-Tsaniata Faqul Lahumma Allahu Robbi, Wa Idzaa Sa'alaaka al-Tsalitsata Wa Hiyal Khotimatul Husnaa Faqul Lahumma Bilisaanin Tholqin Bilaa Khoufin Wa Laa Faza'in, Allahu Robbi. Wal Islamu Diini, Wa Muhammadun saw. Nabiyyi, Wal Quranu Immami, Wal Ka'batu Qiblati, Wa Sholawaatu Faridhatii Wal Muslimuuna Ikhwaani Wa Ibrohimu al-Kholilu Abi, Wa Anaa 'Isytu Wa Muttu 'Ala Qouli Laailaaha Illallahu, Muhammadur Rasulullah saw. Tamassak Bihadzihil Hujjah Yaa ... Sebutkan Nama Ibna jika laki-laki/ Binta jika perempuan... sebutkan nama orang tuanya. Wa'lam Annaka Muqimun Bi Hadza al-Barzakha Ilaa Yaumil Yub'atsuna. Faidzaa Qiila Laka, Maa Taqulu Fi Hadza al-Rojuli Alladzi Bu'itsa Fiikum wa Fil Kholqi Ajma'ina? Fadul, Huwa Muhammad Rasulullah saw Jaa'anaa Bil Bayyinaati Min Robbihi Fattaba'naahu wa Aamanna Bihi. Fain Tawallau Faqul Hasbiyallahu Laailaaha Illa Huwa 'Alaihi Tawakkaltu Wahuwa Robbul 'Arsyi al-'Adzimi. Wa'lam Annal Mauta Haqqun, wa Anna Nuzulal Qobri Haqqun wa Anna Su'ala Munkarin Wa Nakirin Haqqun wa Annal Ba'sta Haqqun wa Annal Hisaba Haqqun wa Annal Mizaana Haqqun wa Anna al-Shirotho Haqqun wa Anna al-Naro Haqqun wa Annal Jannata Haqqun wa Annas Saa'ata Aatiyatun Laa Roiba Fiha wa Annallaha Yab'atsu Man Fi al-Quburi" Doa Setelah Pembacaan Talqin Kemdian dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk mayyit. sementara, semua pelayat atau pengiring dianjurkan untuk duduk dan mengamini doa tersebut. ﻧَﺴْﺘَﻮْﺩِﻋُﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬـُﻢَّ ﻳَﺎ ﺃَﻧِﻴْﺲَ ﻛُﻞِّ ﻭَﺣِﻴْﺪٍ ﻭَﻳَﺎ ﺣَﺎﺿِﺮًﺍ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻐَﺎﺋِﺐٍ , ﺁﻧِﺲْ ﻭَﺣْﺪَﺗَﻨَﺎ ﻭَﻭَﺣْﺪَﺗَﻪُ ﻭَﺍﺭْﺣَﻢْ ﻏُﺮْﺑَﺘَﻨَﺎﻭَﻏُﺮْﺑَﺘَﻪُ ﻭَﻟَﻘِّﻨْﻪُ ﺣُﺠَّﺘَﻪُ ﻭَﻻَ ﺗَﻔْﺘِﻨَّﺎ ﺑَﻌْﺪَﻩُ ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟَﻪُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ Bacaan Latinnya "Nastaudi'uka Allahumma Yaa Aniisu Kulli Wahiidin Wa Yaa Haadhiran Laisa Bi Ghaa'ibin, Aanis Wahdatana Wa Wahdatahu Warham Ghurbtana Wa Ghurbatahu Wa Laqqinhu Hujjatahu Wa Laa Taftinnaa Ba'dahu Waghfir Lanaa Wa Lahuu Ya Robbal 'Alamin" Artinya “ Kami menitipkan saudaraku kepada-Mu ya Allah, Ya Tuhan yang memberi kesenangan setiap orang yang mendirikan, Ya Tuhan yang selalu hadir tidak pernah absen berilah kesenangan atas kesendirian saudaraku ini. Kasihanilah pengembaraan kami dan pengembaraan saudara kami ini, peringatkanlah dua dari hujjah yang telah kami ajarkan kepadanya, janganlah Engkau menfitnah kami sesudah dia meninggal dan ampunilah kami dan dia wahai Tuhan seluruh Alam ”. Dari uraian diatas jelas, bahwasanya selain kita sebagai seorang muslim, diwajibkan empat perkara saat ada saudara muslim kita yang meninggal dunia. Selain keempat hal tersebut, adapula anjuran-anjuran dan kesunnahan yang sebaiknya kita lakukan, yaitu Talqin Mayyit. Adapun Talqin ini terbagi menjadi dua, yakni Talqin sesasaat sebelum seseorang meninggal dunia, dan talqin sesudah dikebumikan. Demikianlah penjelasan tentang Teks Bacaan Talqin Mayit Lengkap dengan latin dan terjemahannya, semoga informasi ini bermanfaat. Talqin Mayit bahasa Arab تلقین المیت adalah salah satu yang disunnahkan dalam prosesi penyelenggaraan jenasah yang dibaca baik sebelum jenasah dimakamkan maupun setelahnya dan juga setelah para pelayat kembali. Talqin adalah kumpulan zikir yang mengandung aqidah Islam yang dibacakan kepada jenazah dengan adab-adab tertentu. Juga disunnahkan membaca talqin untuk orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Bacaan talqin terdapat dalam kitab Mafatih al-Jinan yang bersumber dari riwayat-riwayat yang ada dengan teks yang berbeda untuk jenasah laki-laki dan perempuan. Sejarah Singkat Talqin telah dimulai dari masa Nabi Muhammad saw [1] dan setelah wafatnya, Aimmah as mengajarkan talqin kepada umat Syiah yang termuat dalam sejumlah riwayat. [2] Nabi Muhammad saw bersabda, "Kepada yang telah mendekati kematiannya bacakan untuknya 'Laa ilaha illallah', dan barangsiapa yang ucapan terakhir dalam hidupnya adalah kalimat laa ilaha illah maka dia akan dimasukkan ke dalam surga. [3] Dalam literatur Syiah, setelah ucapan syahadat atas tauhid dan kenabian Nabi Muhammad saw, juga dalam talqin dibacakan kesaksian akan kebenaran Aimmah as. [4] Cara Melakukan Talqin Allamah Majlisi dalam kumpulan riwayat pada Bihar al-Anwar menukilkan metode atau cara talqin yang kemudian dituliskan kembali oleh Syaikh Abbas al-Qummi dalam kita Mafatih al-Jinan yang ditulisnya. [5] Cara talqin yang disebutkan adalah sebagai berikut Setelah mayit ditempatkan dalam kubur, maka simpul kafannya dibuka dan menempatkan wajahnya ke arah tanah dan membuatkan alas kepala dari tanah yang berada di bawah kepalanya dan pada belakang mayit diletakkan batu bata atau gumpalan tanah liat agar tubuh mayit tidak kembali kebelakang dan sebelum ditutup yang akan mentalqin meletakkan tangan pada bahu dan mendekatkan mulut ke telinga mayit dengan sambil menggoyangkan tubuh mayit, mengucapkan sebanyak tiga kali Jika pada mayit laki-laki disebutkan nama mayit dan nama ayahnya untuk mengganti penyebutan fulan bin fulan pada teks bacaan talqin di bawah ini. Misalnya namanya adalah Muhammad dan nama ayahnya adalah Ali maka diucapkanاسْمَعْ افْهَمْ یا مُحَمَّدَ بْنَ عَلی Terjemahan Teks Dengar dan pahami wahai Fulan bin Fulan Apakah anda berada di atas perjanjian yang itu memisahkan anda dari kami? sebuah perjanjian yang berisi persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan sesungguhnya Muhammad salam Allah atasnya dan untuk keluarganya adalah hamba-Nya dan rasul-Nya dan penghulu para nabi dan penutup para rasul dan sesungguhnya Ali adalah pemimpin orang-orang beriman dan penghulu para washi dan imam yang oleh Allah swt ketaatan seluruh alam wajib atasnya dan al-Hasan dan al-Husain dan Ali bin al-Husain dan Muhammad bin Ali dan Ja'far bin Muhammad dan Musa bin Ja'far dan Ali bin Musa dan Muhammad bin Ali dan Ali bin Muhammad dan al-Hasan bin Ali dan al-Qaim al-Hujjah al-Mahdi salam Allah atas mereka semuanya pemimpin kaum mukminin dan hujjah Allah atas seluruh makhluknya dan para imammu adalah para imam yang memberi petunjuk dan membawa kebenaran. اِسْمَعْ اِفْهَمْ یا فُلانَ بْنَ فُلان هَلْ انْتَ عَلَی الْعَهْدِ الَّذِی فَارَقْتَنا عَلَیهِ مِنْ شَهَادَةِ انْ لٰا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ وَ انَّ مُحَمَّداً صَلّی اللّٰهُ عَلَیهِ وَ آلِهِ عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ وَ سَیدُ النَّبِیینَ وَ خاتَمُ الْمُرْسَلِینَ و انَّ عَلِیاً أَمیرُ الْمُؤمِنینَ وَ سَیدُ الْوصِیینَ وَ امامٌ افْتَرَضَ اللّٰهُ طاعَتَهُ عَلَی الْعٰالَمِینَ وَ انَّ الْحَسَنَ وَ الْحُسَینَ وَ عَلِی بْنَ الْحُسَینِ وَ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِی وَ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدٍ وَ مُوسَی بْنَ جَعْفَرٍ وَ عَلِی بن مُوسیٰ وَ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِی وَ عَلی بْنَ مُحَمَّدٍ وَ الْحَسَنَ بْنَ عَلی وَ الْقٰائِمَ الْحُجَّةَ الْمَهْدِی صَلَواتُ اللّٰهِ عَلَیهِمْ ائِمَّةُ الْمُؤمِنینَ وَ حُجَجُ اللّٰهِ عَلَی الْخَلْقِ أَجْمَعِینَ وَ ائِمَّتُکَ ائِمَّةُ هُدیً اَبْرارٌ یا فُلانَ بْنَ فُلانٍ اذا اتٰاکَ الْمَلَکٰانِ الْمُقَرَّبٰانِ رَسُولَینِ مِنْ عِندِ اللّٰهِ تَبٰارَکَ وَ تَعٰالَی وَ سَأَلاکَ عَنْ رَبِّکَ وَ عَنْ نَبِیکَ وَ عَنْ دِینکَ وَ عَنْ کِتابِکَ وَ عَنْ قِبْلَتِکَ وَ عَنْ ائِمَّتِکَ فَلا تَخَفْ وَ لا تَحْزَنْ وَ قُلْ فِی جَوابِهِما اللّٰهُ رَبّی وَ مُحَمَّدٌ صَلَّی اللّٰهُ عَلَیهِ وَ آلِهِ نَبِیی وَ الإِسْلامُ دِینِی وَ الْقُرْآنُ کِتٰابِی وَ الْکَعْبَةُ قِبْلَتِی وَ امیرُ الْمُؤمِنینَ عَلِی بْنُ أبی طٰالِبٍ امٰامی وَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِی الُمجْتَبیٰ امٰامی وَ الْحُسَینُ بْنُ عَلِی الشَّهیدُ بِکَرْبَلاءَ امٰامِی وَ عَلِی زَینُ الْعٰابِدِینَ امَامِی وَ مُحَمَّدٌ البِاقِرُ امَامِی وَ جَعْفَرٌ الصّادِقُ امَامِی وَ مُوسَی الکاظِمُ إِمامی وَ عَلِی الرِّضٰا إِمامی و مُحَمَّدٌ الجَوادُ إِمامی و عَلی الْهَادِی امَامِی وَ الْحَسَنُ الْعَسْکَری امَامِی وَ الْحُجَّةُ الْمُنْتَظَرُ امٰامی هٰؤُلٰاءِ صَلَواتُ اللّٰهِ عَلَیهِمْ أَجْمَعِینَ ائِمَّتِی وَ سَادَتِی وَ قَادَتِی وَ شُفَعَائِی بِهِمْ أَتَولَّی وَ مِنْ اعدائِهِمْ أَتَبَرَّأُ فِی الدُّنْیا وَ الآخِرَةِ ثُمَّ اعْلَمْ یا فُلانَ بْنَ فُلان انَّ اللّٰهَ تَبَارَکَ وَ تَعَالَی نِعْمَ الرَّبُّ وَ انَّ مُحَمَّداً صَلَّی اللّٰهُ عَلَیهِ وَ آلِهِ نِعْمَ الرَّسُولُ وَ انَّ عَلِی بْنَ أَبِی طالِبٍ وَ اوْلادَهُ الْمَعْصُومینَ الْأَئِمَّةَ الْاثْنَی عَشَرَ نِعْمَ الْأئِمَّةُ وَ انَّ مٰا جَاءَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّی اللّٰهُ عَلَیهِ وَ آلِهِ حَقٌ وَ انَّ الْمَوْتَ حَقٌ وَ سُؤٰالَ مُنْکَرٍ وَ نَکیرٍ فِی القَبْرِ حَقٌّ وَ الْبَعْثَ حَقٌّ‌ النُّشُورَ حَقٌّ وَ الصِّرٰاطَ حَقٌّ وَ الْمِیزٰانَ حَقٌّ وَ تَطٰایرَ الْکُتُبِ حَقٌّ وَ انَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَ النّٰارَ حَقُّ وَ انَّ السَّاعَةَ آتِیةٌ لا رَیبَ فِیهَا وَ انَّ اللّٰهَ یبْعَثُ مَنْ فِی الْقُبُورِ أَ فَهِمْتَ یا فُلانُ ثَبَّتَکَ اللّٰهُ بِالْقَولِ الثَّابِتِ وَ هَداک اللّٰهُ إِلَی صِرَاطٍ مُسْتَقِیمٍ عَرَّفَ اللّٰهُ بَینَکَ وَ بَینَ اوْلیٰائِکَ فی مُسْتَقَرٍّ مِنْ رَحْمَتِهِ. اللّٰهُمَّ جَافِ الْأَرْضَ عَنْ جَنْبَیهِ وَ اصْعَدْ بِرُوحِهِ الَیکَ وَ لَقِّهِ مِنکَ بُرهَاناً اللّٰهُمَّ عَفوَکَ عَفْوَک Talqih untuk Jenazah Perempuan Jika jenazahnya adalah perempuan, maka nama dan kata gantinya mengggunakan muannats tanpa melakukan perubahan lainnya pada teks bacaan talqin. Jadi pada teks fulan bin fulan diganti dengan fulanah ibnata fulan dengan menggunakan nama mayit dan nama ayahnya. Manfaat Talqin Menurut riwayat, praktik ritual seperti talqin dapat membantu manusia setelah mengalami kematian dan meskipun tidak memiliki peran yang menentukan. Sebab faktor penentu utama yang menentukan nasib seseorang setelah kematian adalah tingkah laku dan akidahnya disaat menjalani kehidupan di dunia, dan beberapa perilaku dapat menghambat efektivitas talqin. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Shadiq as, "Ada seseorang ahli Madinah di masa Rasulullah saw sedang mengalami sakit dan dengan penyakitnya itu ia meninggal dunia. Saat menghadapi sakaratul mau ia menggigit lidahnya dan mulutnya dalam keadaan tertutup. Rasulullah saw mendekati ranjangnya dan berkata kepadanya, "Ucapkanlah Laa ilahailllah". Namun laki-laki itu tidak bisa. Nabi saw kemudian bertanya kepada perempuan yang juga berada di sisi ranjang. "Apakah ibu laki-laki ini masih hidup?" Perempuan itu berkata, "Aku adalah ibunya." Rasulullah saw berkata kepadanya, "Apakah kamu ridha kepadanya?" Dia berkata, "Tidak". Nabi saw kemudian meminta perempuan tersebut untuk memaafkan anaknya dan perempuan itu melakukan yang diminta Nabi. Setelah itu, Nabi Muhammad saw berkata kepada laki-laki yang sakit tersebut, "Katakanlah Laa ilaha illallah." Dan laki-laki itupun mengucapkannya. [6] Catatan Kaki ↑ Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, sewaktu Nabi Muhammad saw hendak mengubutkan Fatimah binti Asad ibu Imam Ali as, ia berdiri di atas kepalanya, dan berkata, "Wahai Fatimah, sewaktu Munkar dan Nakir datang menemuimu dan bertanya mengenai Tuhan kepadamu, maka jawablah, "Allah ada Tuhanku, Muhammad adalah nabiku, Islam adalah agamaku, Alquran kitabku dan putraku Ali adalah imam dan waliku." Hurr Amili, Wasail al-Syiah, jld. 3, hlm. 176 ↑ Talqin menjelang kematian dijelaskan dalam riwayat dengan teks sebagai berikut لَا إِلَهَإِلَّا اللَّهُ الْحَلِیمُ الْکرِیمُ لَا إِلَهَ إِ لَّا اللَّهُ الْعَلِی الْعَظِیمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ رَبِّ الْأَرَضِینَ السَّبْعِ وَ مَا فِیهِنَّ وَ مَا بَینَهُنَّ وَ مَا تَحْتَهُنَّ وَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِیمِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِینSyaikh Shaduq, Man Laa Yahdhuru al-Faqih, jld. 1, hlm. 132 ↑ Syaikh Shaduq, Man Laa Yahdhuru al-Faqih, jld. 1, hlm. 132 ↑ Syaikh Shaduq, Man Laa Yahdhuru al-Faqih, jld. 1, hlm. 134, hadis no. 356 ↑ Qumi, Mafatih al-Jinan, pada bab Talqin Mayit ↑ Syaikh Shaduq, Man Laa Yahdhuru al-Faqih, jld. 1, hlm. 132 Daftar Pustaka Hurr Amili, Muhammad bin Hasan, Wasail al-Syiah, Qom, Muassasah Ali al-Bait, cet. I, 1409 H Imam Khumani, Sayid Ruhullah, Taudhih al-Masail, Qom,Daftar Intisyarat Islami, cet. VIII, 1424 H Qummi, Syaikh Abbas, Mafatih al-Jinan Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali, Man Laa Yahdhuru al-Faqih, Tehran, penerbit Shaduq, 1367 HS Thabathabai Yazdi, Sayid Muhammad Kazhim, al-'Urwah al-Wutsqah, Beirut, Muassasah al-'Alami lil Mathbu'at, cet. II, 1409 H Ilustrasi talqin mayit lengkap. Foto Unsplash Talqin mayit merupakan tradisi di Indonesia yang dilakukan ketika ada seseorang yang akan meninggal dunia. Talqin dalam bahasa Arab, yaitu laqqana-yulaqqinu yang secara etimologis bermakna mendikte, mengajarkan atau memahamkan secara NU Online, Ustadz Abu Qushaiy Zaenuddin menerangkan bahwa disunnahkan untuk melakukan talqin kepada seseorang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Talqin dapat dilakukan oleh kerabat atau keluarga yang mendampingi orang tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Tuntunlah seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat 'Laa ilaaha illa Allah'." HR Muslim nomor 916Dalam riwayat lain dijelaskan, "Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah 'Laa ilaaha illa Allah' maka akan masuk surga." HR Abu Dawud dan disahihkan oleh Syekh Al Albaniy dalam Irwa’ul Ghalil Nomor 679, Maktabah Syamilah.Diperoleh dari Buku Induk Fikih Islam Nusantara susunan Imaduddin Utsman al-Bantanie, mentalqin orang yang akan meninggal dunia cukup dilakukan sekali saja, tidak perlu diulang-ulang. Kecuali apabila setelah dilakukan talqin ia mengucapkan kalimat yang lain, hendaknya diulang sekali lagi agar ucapan terakhirnya adalah kalimat ia tidak tidak mampu untuk melafalkannya, bacakan dan tuntun secara perlahan kalimat syahadat di telinganya. Berikan pula kepadanya kabar gembira tentang surga dengan menceritakan amal baiknya waktu di dunia. Pendamping juga dapat membacakan disisinya surat Yasin dengan suara yang besar dan surat Al-Ra’d dalam Bacaan Talqin Saat Menguburkan MayitIlustrasi talqin mayit lengkap. Foto Unsplash Berdasarkan buku Pengantar Fiqih Jenazah oleh Sutomo Abu Nashr, selain dilakukan saat sakaratul maut, talqin juga dibaca sebelum proses penguburan. Talqin dibaca sebanyak tiga kali oleh ustaz atau orang yang bertanggung jawab memimpin dalam proses tersebut. Posisi orang yang membaca talqin duduk pada bagian kepala dan menghadap ke wajah mayit. Bagi yang mengantar atau menghadiri proses pemakaman, disunnahkan untuk mendengarkan talqin dengan rangkaian susunan bacaan talqin mayit yang dibaca sebelum dan setelah jenazah dimakamkan. Rangkaian doa ini lazim dibaca masyarakat di sekitar kubur pada saat pemakaman jenazah. Begini lafaznya seperti yang dihimpun dari Kitab Majmu Syarif, Kitab Perukunan Melayu dan Kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya dalam laman NU إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ المَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُوْرَكُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ، وَمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الغُرُوْرِ،Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumītu, wa huwa dā’imun lā yamūtu, bi yadihil khayru, yafalu mā yasyā’u, wa huwa alā kulli syay’in qadīrun. Kullu nafsin dzā’iqatul mawti, wa innamā tuwaffawna ujūrakum yaumal qiyāmati, fa man zuhziha anin nāri wa udkhilal jannaha fa qad fāza, wa mal hayātud duniyā illā matāul عَبْدَ اللهِ، ابْنَ عَبْدَيِ اللهِ يَا أَمَةَ اللهِ، بِنْتَ عَبْدَيِ اللهِ...يَا عَبْدَ اللهِ، ابْنَ حَوَاء يَا أَمَةَ اللهِ، بِنْتَ حَوَاء...Yā abdallāhi, ibna abdayillāhi yā amatallāhi, binta abdayillāhi…Yā abdallāhi, ibna Hawā yā amatallāhi, binta Hawā…اذْكُرِ اذْكُرِي العَهْدَ الَّذِيْ خَرَجْتَ خَرَجْتِ عَلَيْهِ مِنْ دَارِ الدُّنْيَا، وَهُوَ شَهَادَةُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَّ المَوْتَ حَقٌّ، وَأَنَّ القَبْرَ حَقٌّ، وَأَنَّ نَعِيْمَهُ حَقٌّ، وَأَنَّ عَذَابَهُ حَقٌّ، وَأَنَّ سُؤَالَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ فِيْهِ حَقٌّ، وَأَنَّ البَعْثَ حَقٌّ، وَأَنَّ الحِسَابَ حَقٌّ، وَأَنَّ المِيْزَانَ حَقٌّ، وَأَنَّ الصِّرَاطَ حَقٌّ، وَأَنَّ شَفَاعَةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَأَنَّ الجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ لِقَاءَ اللهِ تَعَالَى لِأَهْلِ الحَقِّ حَقٌّ، وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيْهَا، وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي القُبُوْرِ،Udzkurul ahdal ladzī kharajta alayhi min dārid duniyā, wa huwa syahādatu an lā ilāha illallāhu, wa anna Muhammadan Rasūlullāhi shallallāhu a’alayhi wa sallama, wa annal mawta haqqun, wa annal qabra haqqun, wa anna naīmahū haqqun¸ wa anna adzābahū haqqun, wa anna su’āla Munkarin wa Nakīrin fīhi haqqun, wa annal batsa haqqun, wa annal hisāba haqqun, wa annal mīzāna haqqun, wa annas shirātha haqqun, wa anna syafā’ata Sayyidinā Muhammadin shallallāhu alayhi wa sallama haqqun, wa annal jannata haqqun, wa annan nāra haqqun, wa anna liqā’allāhi ta’ala li ahlil haqqi haqqun, wa annas sā’ata ātiyatun lā rayba fīhā, wa annallāha yabatsu man fil قَدْ صِرْتَ صِرْتِ فِي أَطْبَاقِ الثَّرَى وَبَيْنَ عَسَاكِرِ المَوْتَى، فَإِذَا جَاءَكَ جَاءَكِ المَلَكَانِ المُوَكَّلَانِ بِكَ بِكِ، وَهُمَا مُنْكَرٌ وَنَكِيْرٌ فَلَا يُفْزِعَاكَ يُفْزِعَاكِ وَلَا يُرْهِبَاكَ يُرْهِبَاكِ، فَإِنَّهُمَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللهِ تَعَالَى عَزَّ وَجَلَّ، وَإِذَا سَأَلَاكَ سَأَلَاكِ "مَنْ رَبُّكَ رَبُّكِ ومَنْ نَبِيُّكَ نَبِيُّكِ وَمَا دِيْنُكَ دِيْنُكِ وَمَا قِبْلَتُكَ قِبْلَتُكِ وَمَا إِمَامُكَ إِمَامُكِ وَمَنْ إِخْوَانُكَ إِخْوَانُكِ" فَقُلْ فَقُوْلِيْ لَهُمَا بِلِسَانٍ فَصِيْحٍ وَاعْتِقَادٍ صَحِيْحٍ "اللهُ رَبِّي ومُحَمَّدٌ نَبِيِّى وَالإِسْلَامُ دِيْنِي وَالكَعْبَةُ قِبْلَتِي وَالقُرْآنُ إِمَامِي وَالمُسْلِمُوْنَ وَالمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَانِي،" وَقُلْ وَقُوْلِيْ "رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا" عَلَى ذَلِكَ حُيِّيْتَ حُيِّيْتِ وَعَلَى ذَلِكَ مِتَّ مِتِّ وَبِذَلِكَ تُبْعَثُ تُبْعَثِيْنَ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ الآمِنِيْنَ 3 x ثَبَّتَكَ اللهُ بِالقَوْلِ الثَّابِتِ ثَبَّتَكِ اللهُ بِالقَوْلِ الثَّابِتِيُثَبِّتُ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِالقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ، يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ المُطْمَئِنَّةُ، ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً، فَادْخُلِى فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

bacaan talqin mayit bahasa jawa